Saturday, 5 September 2015

Berteman Kopi

Suara ayam berkokok di pagi hari
Dering telepon berbunyi berkali-kali
Malam menyelimuti tubuh ini
Kupandangi hanya ada segelas kopi

Sepi telah membungkam jeritam lucu
Goresan pena ditembok menjadi sendu
Sepeda mini itu telah berlalu
Hanya berteman kopi selalu

Menanti suatu masa
Akan ada saat bersama
Serpihan menjadi tiada
Semoga saja

Thursday, 3 September 2015

Wednesday, 26 August 2015

Hormatilah Pendidik

Sekarang ini, kepedulian dan rasa sosial manusia dirasa semakin berkurang. Walaupun media sosial sudah banyak beredar dan banyak memberikan manfaat, saya rasa justru media sosial membuat seseorang menjadi lebih "pengecut dan pembohong". Namun tidak semuanya. Dari hasil analisis dan amatan saya. Orang-orang semakin berani berkomentar melalui media sosial tanpa etika dan sopan santun, bahkan kadang mereka menggunakan akun palsu atau identitas palsu untuk menipu atau mencaci maki dan mengucapkan kata-kata yang tidak sewajarnya. Contoh kecilnya, coba saja buka sebuah portal berita yang ada kolom komentarnya. Pasti anda akan menemukan dan merasakan betapa kurang pantasnya komentar-komentar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Itu baru di dunia maya.

Lantas apakah begitu juga di dunia nyata. Hmm... saya rasa tidak.

Di dunia nyata, jarang orang menggunakan kata-kata kasar atau cacian tanpa sebab kepada orang lain. Namun biasanya ditunjukkan dengan sikap dan perbuatan. Indonesia yang terkenal dengan sopan santun dan murah senyumnya, saya rasakan semakin pudar. Orang lebih cenderung berjalan, berkumpul, dan bertemu satu-sama lain, namun beberapa di antara mereka sambil bermain gadget. 

Tegur sapa antar manusia kini juga semakin pudar. Jika dahulu para orang tua sering memberikan pelajaran kepada anaknya untuk selalu tersenyum dan menyapa kepada orang lain saat bertemu, sekarang tidak banyak yang melakukannya. Bahkan kadang pura-pura tidak melihat atau pura-pura sibuk. Cobalah amati dilingkungan sekitar. Kalau dahulu ada orang lewat di sapa dan disuruh mampir, tapi sekarang ?

Memang itu adalah hak setiap individu, namun kita sebagai makhluk sosial saya rasa budaya senyum salam dan sapa harus terus dilestarikan. Menebarkan senyum dan kedamaian akan lebih indah dari pada menebarkan kebencian. Apalagi jika ada seorang murid yang ingin mengarapkan ilmu yang berkah dan bermanfaat, maka menghormati guru adalah wajib dilakukan. Karena ilmu itu adalah cahaya suci yang dapat di wariskan dari guru kepada muridnya dengan rindho dan iklas.

Jadi, Bagaimana mau mangharapkan ilmu yang bermanfaat jika dengan gurunya saja tidak menghormati!

Yakinlah, ketika proses belajar mungkin merasa tidak mendapatkan apa-apa, namun tunggulah suatu saat nanti, jika ilmu itu berkah dan bermanfaat maka pasti akan dirasakan.

Sunday, 23 August 2015

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan software media pembelajaran

Bagi para guru maupun dosen, tentunya menjadi hal yang wajib untuk dilaksanakan dalam membuat sebuah bahan ajar maupun media pembelajaran. Inovasi dalam menyampaikan materi sangat penting dan dituntut untuk selalu dihadirkan dalam pembelajaran.

Sekarang, Internet tidak sesulit dan semahal jaman dahulu. dimana untuk mengakses internet bisa mencapai Rp 6000 per jam. Dan warnet saat ini telah menjamur di berbagai penjuru kota. Lalu apa hubungan antara internet dengan pembelajaran? Jelas sekali erat kaitannya, pembelajaran saat ini hampir dikatakan telah mengandalkan bantuan ICT dan internet. Informasi dapat diperoleh dengan deras sekali melalui internet. Bahkan bahan banyak para blogger ataupun instansi pemerintah mendukung pengadaan konten pendidikan.

Bagi guru atau dosen ketika membuat atau mengembangkan sebuah media pembelajaran atau konten pendidikan yang menggunakan software tertentu perlu memperhatikan hal-hal berikut seperti yang dikatakan oleh Alessi dan Trollip, yaitu:

  • Introduction of the program/ Pengenalan program
Dalam membuat software media pembelajaran harus memuat sebuah halaman perkenalan program atau informasi suatu program yang terdiri dari tiga faktor yaitu adanya Halaman judul (Title page), Pengarahan atau petunjuk (direction), dan identitas pengguna atau sasaran pengguna media tersebut siapa (user identification)
  • Learner control/ Kontrol penggunaan program bagi pengguna
Pengguna sedapat mungkin dapat dengan mudah untuk mengkontrol program. Gunakan mouse jika memungkinkan. Gunakan juga keyboard supaya pengguna lebih ahli dalam mengendalikan program. Gunakan juga tombol untuk pengendalian program secara umum. Gunakan juga menu dalam mengendalikan program secara umum. Kontrol program haruslah jelas dan mudah untuk digunakan. Perubahan kursor ataupun tombol rollover perlu digunakan untuk mengkonfirmasi aksi pengontrolan program. Posisi tombol dan penampakannya haruslah konsisten. Sesuaikan desain kontrol program dengan pengguna dan konten nya.
  • Presentation of information/ Sajian materi atau informasi
Hal yang sangat penting dalam menyusun materi atau informasi adalah selalu konsisten. Sedapat mungkin dapat dilengkapi dan diperkuat dengan teks, suara, dan video. Penggunaan teks haruslah jelas, bersih, disusun dengan rapi, dan sesuaikan dengan tingkatan pembaca. Gunakan gambar dan video untuk informasi yang penting. Video hendaknya berdurasi pendek dan mudah di kontrol. Gunakn percakapan atau narator untuk memberikan perhatian yang lebih dan memberikan arahan yang jelas. Pemberian warna juga perlu dilakukan untuk secara konsisten. Penggunaan warna yang bagus adalah warna yang kontras antara background/ warna latar  dengan foreground/ obyek di atas warna latar seperti teks.
  • Providing help/ Ketersediaan bantuan
Dalam menyajikan sebuah media pembelajaran perlu memberikan fitur bantuan. fitur bantuan hendaknya menyajikan prosedur penggunaan dalam menyediakan bantuan yang rentan dialami oleh pengguna. Usahakan selalu menyediakan tombol bantuan jika memang perlu diberikan bantuan. Akan lebih baik lagi seandaina diberi petunjuk manual programnya.
  • Ending a program/ Akhir menutup program
Ketika menutup program media pembelajaran maka perlu diberikan pernyataan menghentikan program secara permanen atau sementara. misalnya tombol keluar menuju ke tombol pernyataan apakah yakin ingin keluar dari program ini atau tidak. Sebaiknya selalu memberikan proses berhenti sementara yang bisa kembali ke menu sebelumnya ketika menekan tombol berhenti. Berikan credit atau catatan atau pesan terakhir saat program media pembelajaran ditutup.

Nah, dari beberapa point di atas saya rasa sangat penting sekali kita dapat membuat sebuah media pembelajaran dengan prosedur yang benar seperti di atas. Sehingga program yang dirancang akan menarik, tepat guna, jelas dan memberikan banyak manfaat bagi pengguna.

Selamat merancang media pembelajaran.

contoh tampilan media pembelajaran yang pernah saya buat

Membuat Autorun powerpoint dengan Notepad


Belajar mandiri merupakan wujud kepedulian seseorang dalam rangka meningkatkan kualitas SDM untuk selalu maju ke depan tanpa ketergantungan kepada pihak lain. Apakah anda salah satu orang yang suka belajar mandiri? Tentunya anda sendiri yang dapat menjawabnya.

Seberapa jauh kemampuan anda tentunya tergantung dari niat dan kerasnya usaha anda untuk menaklukkan setiap tantangan.

Di halaman ini penulis mencoba untuk membagikan ilmu dan pengalaman serta hasil ekperimen atau uji coba yang pernah penulis lakukan. Semoga bermanfaat.


1. Membuat autorun sebuah file Aplikasi pada CD

Seandainya kita mempunyai sebuah program aplikasi (file eksekusi berekstensi *.exe) yang akan kita pindahkan ke dalam CD atau kita kenal istilah burning dan secara otomatis akan menjalankan aplikasi tersebut begitu CD dimasukkan ke dalam CD/DVD ROM, maka tentu kita perlu menambahkan sebuah file kecil yang disisipkan bersama dengan program aplikasi tersebut. Caranya adalah:
  • Buka notepad (window-all program-accessories-notepad)
  • Ketiklah tulisan berikut : 
              [autorun]
         open = nama_file.exe
         icon = nama_icon.ico


  • Simpan dengan nama autorun.inf dan pilih type all files
 
  • Burning file autorun.inf dan file nama_icon.ico bersama dengan file program aplikasi tanpa dimasukkan ke dalam folder
  2. Membuat autorun file Microsoft Powerpoint pada CD

Seandainya anda mempunyai sebuah file powerpoint yang berekstensi *.ppt, *.pptx, *.pps, ataukah *.ppsx
 yang akan disimpan/ burning dalam CD/ DVD dan secara otomatis akan berjalan sendiri maka perlu menyisipkan beberapa file, langkahnya adalah :
  • Buka 2 notepad (window-all program-accessories-notepad)
  • Ketiklah tulisan berikut pada notepad 1 :
         @echo opening program
         @start nama_file_tanpa_spasi.ppsx
         @cls
         @exit

  • Simpanlah dengan nama buka_file.bat dan save as type all files

  • Ketiklah tulisan berikut pada notepad 2 :
         [autorun]
         open = buka_file.bat
         icon = nama_icon.ico

  • Simpan notepad 2 dengan nama autorun.inf dan save as type all files
 
  • Burning file autorun.inf, buka_file.bat dan file nama_icon.ico bersama dengan file Microsoft Powerpoint nama_file_tanpa_spasi.ppsx tanpa dimasukkan ke dalam folder