Motivasiku

Tidak ada pekerjaan yang instan, semua membutuhkan proses dan keistiqomahan.

Obsesiku

Jika aku mampu, akan aku ubah dunia ini penuh dengan kedamaian dan kasih sayang

Optimisku

Tidak ada yang tidak mungkin jika sudah menjadi kehendakNya

Senin, 17 Februari 2014

informasi jadwal

Jadwal mata kuliah program studi teknologi pendidikan semester genap TA 2013/2014 TP Unbara



Kamis, 06 Februari 2014

Kerinduan

Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam
Hari demi hari
Raut mu memancar layu
Goresan lembah dan jurang menyelimuti kulit mu
Tampak menua dan renta
Namun masih ada setitik senyum di sana
yang memancarkan aura bahagia...

Anakmu telah tegap
Menjulang langit namun tak tergayuh

Anak itu kini telah tumbuh 
Namun dikau hanya menyisakan setetes air mata
Pelukanmu hanya bayang semu
Hanya doa yang terucap dalam kata

Kurindukan masa itu
Lentik jari manismu 
Menggenggam tubuh mungil ini
Memberi sentuhan kasih sayang mendalam
Memapah dalam langkah hidupku

kerinduan itu tak terobati
tak pula terulangi

Minggu, 19 Januari 2014

Apalah artinya?

Pernahkah kaliah renungkan perjuangan orang tua yang begitu keras untuk masa depan kita?

Pernahkah kalian renungkan tiap tetes keringat orang tua yang mengalir di tiap sela-sela kulitnya yang semakin lemas,keriput dan semakin tipis itu?

Pernahkah kalian renungkan tiap pagi hingga malam,orang tua mulai membanting tulang tanpa kenal lelah,demi siapa lagi kalau bukan untuk anaknya?

Pernahkan kalian renungkan seorang Ibu yang dengan ikhlas memanjakan anaknya supaya anaknya bahagia,padahal dia tersenyum dengan menutupi kesedihan dan kesusahannya supaya anaknya tidak melihat Ibunya Sedih?

Pernahkah kalian bahagiakan mereka dengan membuat mereka senyum atas hasil kerja keras kita?

 Apakah kita merasa bangga dengan prestasi kita? Apakah prestasi kita sudah bisa membanggakan orang tua kita? Apakah nilai A atau B hasil belajar kita sudah membanggakan orang tua kita? atau bahkan justru nilai A dan B yang semu bukan hasil kerja keras kita telah menipu orang tua kita sehingga mereka bangga dengan nilai kita?

 Wahai kawan, ingatlah Ibu dan Ayah tidak memaksa kita harus dapat A atau B dengan cara yang tidak "baik". Namun pendewasaan kita sebagai manusia untuk menghargai diri sendiri itu lah yang diharapkan oleh Ibu dan Ayah yang sedang menunggu kita di rumah atau mereka yang telah istirahat panjang. Mereka mengharapkan kita menjadi anak yang baik dan bahagia jasmani dan rohaninya. Mereka akan tersenyum melihat anaknya tumbuh dewasa dan bertanggung jawab serta mampu melantunkan untaian kata-kata doa yang indah untuk mereka.